GEOREFERENCED ORTHOMOSAIC DAN DEM DARI UAV MENGGUNAKAN FREE DRONEMAPPER

Teknologi fotogrametri saat ini telah berkembang pesat baik dari segi perangkat keras atau wahana maupun perangkat lunak. Saat ini untuk mencakup area yang tidak terlalu luas kita dapat menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) yang memiliki resolusi spasial hingga cm. tutorial kali ini kita akan membahas bagaimana cara menghasilkan orthomosaic yang sudah ter-georeferensi dan DSM menggunakan software free dari DroneMapper. Data yang kami gunakan berasal dari drone fixed wing Radius milik PT. Airborne Informatics /PT. YANMU Indonesia. Sensor  yang digunakan adalah DSC-WCX220.

WhatsApp Image 2018-07-17 at 09.48.04

Hal pertama yang harus kita kerjakan adalah memastikan data yang telah diambil dapat kita gunakan untuk pengolahan. Proses tersebut meliputi sebelum penerbangan kita harus memastikan wahana dan sensor sudah memenuhi kriteria siap untuk pengambilan data.  Untuk pemetaan kita harus memastikan sensor harus tepat pada nadir atau mengahadap lurus ke bawah. Focal length (jarak fokus) harus kita set fix selama pengambilan data. Selain itu kita harus memastikan sesor kita sudah tersetting dengan benar, contohnya ISO, shutter speed, EV, white balance dan sebagainya, untuk mendapatkan pencahayaan yang diharapkan dan data tidak blur. Berikutnya adalah pengaturan overlap dan sidelap dimana sebaiknya adalah 70 – 80 %.

Setelah pengambilan data selesai pastikan data tersebut sudah tergeotaged (memiliki latitude, longitude dan elevation),  dan setiap foto juga sudah memiliki label yang unik dan berurutan sebagai contohnya jika ada foto dengan label yang sama dari penerbangan yang berbeda meskipun pada area yang sama, maka foto tersebut tidak dapat diolah. Selanjutnya adalah melakukan pengecekkan terhadap kualitas foto, apakah ada gambar yang blur, apakah ada data yang terambil bukan pada jalur terbang seperti ketika baru take off atau waktu melalukan test sensor di darat.

dm-0100

Software yang digunakan untuk pengolahan data foto udara tersebut adalah DroneMapper versi RAPID atau versi gratisnya. Versi gratis software ini hanya mampu mengolah maksimum 150 foto. RAPID dapat menghasilkan Digital Elevation Models dengan resolusi 8 kali dari GSD awal dan peta orthomosaic 4 kali dari GSD awal dalam format GeoTIFF , WGS84 Lat/Lon projection. Sedangkan untuk hardware kita dapat menggunakan intel i5-4460 pada 3.2 GHz dan RAM 8 Gb.

Pertama untuk memulai pengolahan menggunakan DroneMapper RAPID, install dan buka software tersebut, maka akan muncul tampilan seperti di bawah. Diamna kita dapat melihat terdapat dua jendela disana, pertama adalah jendela map dan jendela DroneMapper Processing.

dm-0101

Selanjutnya kita buka folder yang berisi data foto udara yang sudah tergeoreferenced sebelumnya. Pilih File ‣ Open JPGs

dm-0102

Kemudian kita  arahkan ke folder tempat kita menyimpan data.

dm-0103

Maka susuan foto udara akan muncul pada pada jendela map lengkap dengan atributnya.  Dan pada status bar di bawah kita dapat mengetahui sensor yang kita gunakan, zona, cpu, dan jumlah foto udara yang terambil.

dm-0104

Selanjutnya kita mulai tahap processing denga  klik pada jendela DroneMapper Processing kemudian klik tombol play pada bagian bawah. Dimana pada tahap ini merupakan tahapan membaca data dan melakukan registrasi antar foto udara.

dm-0105

Selama proses akan muncul linkaran ungu  yang menunjukkan proses telah selesai

dm-0106

Jika sudah selesai kita akan ditamlilkan preview hasil dari mosaic foto udara.

dm-0107

Dan pada jendela processing kita dapat melihat GSD awal, dimana dalam kasus ini adalah 5cm/piksel.

dm-0108

Untuk menghasilkan DEM klik tombol play pada proses tahap 2, dan tunggu proses sampai selesai. Beikut adalah hasilnya.

dm-0109

Buka pada Jendela DroneMapper Processing kita dapat melihat berapa GSD dari DEM yang dihasilkan,dalam kasus ini 38.8 cm/ piksel seperti diterangkan sebelumnya bahwa hasil dari DEM memiliki resolusi X8.

dm-0120

Untuk menghasilkan mosaicortho maka tekan tombol play pada tahapan ketiga.   Berikut adalah hasilnya.

dm-0121

Buka pada Jendela DroneMapper Processing kita dapat melihat berapa GSD dari DEM yang dihasilkan,dalam kasus ini 19.4 cm/ piksel seperti diterangkan sebelumnya bahwa hasil dari DEM memiliki resolusi X4.

dm-0124

Hasil dari proses tersebut selain dalam format tif terdapat juga format .kml yang dapat di buka pada google earth untuk mengetahi lokasi tersebut sudah benar atau belum.

dm-0122

Kita juga dapat menamlilkan hasil kita pada QGIS seperti di bawah dan kita dapat melakukan analisis spasial atau digitasi pada data tersebut.

dm-0123

Selain data ortho tersebut kita juga mendapatkan data DEM yang masih dalam bentuk DSM belum sampai pada DTM. Seperti gambar di bawah.

dm-0127

Selanjutnya kita juga dapat membuat kontur dari data tersebut melalui QGIS. Klik pada menu Raster kemudian Extraction dan pilih Contour

dm-0125

Ketika sudah muncul kotak dialog Contour isi sesuai dengan kriteria yang kita butuhkan.

dm-0126

Berikut hasil kontur melalui pengolahan QGIS.

dm-0128

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s