LASTOOLS : MENYIAPKAN DATA LIDAR UNTUK PEMANFAATAN LEBIH LANJUT

Tutorial ini merupakan kelanjutan dari tutorial tentang lastool sebelumnya, pada tutorial pertama berfokus pada bagaimana kita memeriksa kualitas data pada tahap ini tutorial akan berfokus pada persiapan data lidar untuk penggunaan lebih lanjut. Pertama,  kita dapat mengunduh software LAStools dan tujuh contoh flight strips: strip1strip2strip3strip4strip5strip6strip7 (semua data bersumber dari https://rapidlasso.com) dan menempatkan mereka pada folder strips_raw (D:\lastools\bin\strips_raw). Untuk memudahkan dalam proses pengoperasian kita akan bekerja pada folder ‘.\lastools\bin’, dalam tutorial kali ini ‘D:\lastools\bin’, jadi buka DOS command line window dan ubah dimana folder tempat kita bekerja berada, contohnya ‘D:\lastools\bin’,

lastool-0101

Selanjutnya kita membuat folder baru ‘tiles_raw’ yang disimpan pada D:\lastools\bin\tiles_raw untuk menyimpan hasil pengolahan lidar strips_raw.

lastool-0201

Kita akan menggunakan lastile.exe pada mode gui dan memunculkan 7 data strip lidar, yaitu dengan mengklik lastile.exe pada D:\lastools\bin\ atau tempat anda menyimpan lastile.exe atau melalui commad line sebagai berikut.

lastool-0202

Setelah kita mengetikkan command line seperti di atas atau dengan doble klik pada lastile.exe maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah.

lastool-0203

Pada jendela lastile di atas berfungsi untuk membuat tile baru yang terbuffer dari data lidar asli ‘flight strips’. Pada jendela pengaturan sebelah kanan pilih ‘file are flightlines’ sehingga titik – titik lidar dari jalur terbang yang berbeda memiliki keterangan ID jalur terbang yang khusus yang disimpan dalam attribut ‘point source ID’. Hal ini memungkinkan untuk mengidentifikasi titik – titik yang mana saja dari tile lidar berasal dari jalur terbang yang mana. Pada tile size isikan sesuai default dan isikan buffer 50 meter pada sekitar setiap tile. Buffer ini berfungsi untuk mengurangi edge artifacts (gangguan) pada batas tile data lidar. Ubah kotakan tile menjadi 920 pada ll_x dan 320 pada ll_y, sehingga menjadi 4 tile. Hal ini tidak harus tapi menghasilkan lebih sedikit tile dan lebih sedikit pemotongan.

lastool-0204

Pada jendela sebelah kiri atur proyeksi peta yang digunakan yaitu UTM pada zona 19N dan datum vertikal menggunakan NAVD88. Untuk memudahkan proses selanjutnya. Perhatikan jendela lastile di bawah, yang merupakan contoh mengisi aturan – aturan penjelasan di atas.

lastool-0205

Klik RUN, maka pop up RUN akan muncul. Jika kita lupa menambahkan sesuatu maka kita dapat membenarkannya pada pop up tersebut.

lastool-0208

Resolusi lidar pada data sebelumnya adalah milimeter dan lidar tidak memiliki resolusi seperti itu, maka kita perlu mengubahnya menjadi centimeter, yaitu dengan menambahkan –rescale 0,01 0,01 0,01 pada pop up RUN di atas. Sampai saat ini kita telah membuat tile baru dengan buffer. Selanjutnya kita akan mengklasifikasikan ground atau titik yang dianggap permukaan bumi. Oleh sebab itu kita akan membuat folder baru yaitu tiles_ground pada folder \bin untuk menyimpan hasil pengolahan.

lastool-0210

Lasground.exe adalah tool untuk mengektraksi atau mengklasifikasikan permukaan tanah, dimana lasground akan mengklasifikasikan data titik – titik lidar menjadi ground point (kelas 2) atau non-ground point (kelas 1). Tool ini bekerja sangat baik pada wilayah yang masih natural seperti gunung, hutan, sawah, bukit, dan permukaan bumi yang masih terdapat sedikit objek buatan. Selanjutnya kita akan menjalankan lasground.exe dengan mengklik dua klai pada folder \bin atau dapat membukanya melalui command prompt, sebagai berikut.

lastool-0211

Maka akan muncul jendela lasground

lastool-0212

Sebagai catatan lasground.exe dibuat untuk airborne LIDAR, sehingga ketika kita menggunakan data selain dari airborne maka kita perlu menambahkan aturan ‘-mot_airborne’ atau pilih ‘-no_stddv’ atau ‘-no_bulge’. Tool ini menghasilkan klasifikasi lidar yang baik tapi jika ada bangunan yang lebih besar dari step size dapat menjadi sebuah masalah. Default step size adalah 5 m yang sesuai untuk pegunungan dan hutan, untuk kota kecil atau dataran pilih ‘-town’ dimana step size naik menjadi 10 m, untuk kota besar atau dimana terdapat warehouse pilih ‘-city’ dimana step sizenya naik menjadi 25 m, sedangkan untuk kota yang sangat besar kita dapat menggunakan ‘-metro’ atau kita juga dapat memilih costom untuk memasukkan batasan yang sesuai kita butuhkan misal ‘-step 35’. Klasifikasi data lidar kali ini kita menggunakan ‘–metro’ karena terdapat hangar yang sangat besar dan pilih ‘-ultra fine’ untuk mengatur perkiraan awal permukaan (ground). Kemudian KLIK RUN

lastool-0213

Maka akan muncul pop up lasground.exe kita dapat mengubah dan menambahkan opsi lain jika ada yang kurang

lastool-0214

Selanjutnya kita akan melihat hasil dari lasground dengan membuka lasview.exe. Kita memiliki empat tile data lidar, pilih salah satu dan buka menggunakan lasview seperti gambar di bawah. Buka semua atau pilih hanya sebagian dari data.

lastool-0215

Berikut hasilnya, menampilkan seluruh titik – titik di permukaan

lastool-0216

Tekan huruf ‘g’ pada keyboard maka akan menampilkan titik – titik permukaan saja (ground point) sedangkan titik – titik lainya dihilangkan, seperti gambar di bawah.

lastool-0217

Setelah itu kita pilih ‘t’ untuk membuat triangulasi dari titik tersebut sehingga membentuk tampilan permukaan seperti gambar di bawah.

lastool-0218

Jika masih terlihat seperti ada titik – titik maka kita dapat menekan tanda ‘-‘ untuk menghilangkannya dan pilih ‘=’ untuk memunculkan kembali titik tersebut. Pilih ‘u’ untuk menampilkan titik – titik yang belum terklasifikasi.

lastool-0220

Data lidar yang sudah kita olah bisa jadi terdapat titik – titik ‘dirt’ yang terletak di bawah permukaan dan di udara. Kita akan menghilangkan titik – titik tersebut menggunakan lasheight.exe, dimana tool ini berguna untuk mengetahui ketinggian objek di atas permukaan tanah, dengan asumsi bahwa titik – titik ground sudah di klasifikasikan. Kita juga membutuhkan lasheight untuk untuk mengatahui objek bangunan dan vegetasi. Oleh sebab itu kita akan membuat folder baru yaitu  bin\tiles_height untuk menempatkan data lidar yang telah dibersihkan dan diketahui ketinggiannya dari permukaan tanah. .

lastool-0221

Kita dapat mengklik dua kali lasheight.exe pada folder \bin atau melalui command prompt sebagai berikut.

lastool-0222

Maka akan muncul jendela lasheight sebagai berikut.

lastool-0223

Atur pada jendela lasheight seperti yang ditunjukkan di bawah. Secara default lasheight.exe menggunakan titik – titik hasil klasifikasi ground (permukaan) untuk membangun TIN dan menghitung ketinggian titik – titik yang lain di atas permukaan. Kita akan menghilangkan  titik – titik yang mengganggu dengan mengisi pada pilihan ‘drop points’ yaitu ‘drop_above -30’ dan ‘drop_below -2’, dimana seluruh titik di atas 30 meterdan di bawah 2 meter akan dihilangkan. KLIK RUN.

lastool-0224

Pop up akan muncul dan jika ada perintah yang ingin kita tambahkan dapat dikerjakan di sini.

lastool-0225

Selanjutnya kita akan membuat folder \tiles_classified untuk menyimpan data lidar hasil klasifikasi objek bangunan dan vegetasi. Klik pada lasclassify.exe atau jalankan melalui command prompt seperti di bawah ini.

lastool-0227

Pada jendela lasclassify untuk mengklasifikasikan objek bangunan dan vegetasi sebagai berikut, karena pada dasarnya mengklasifikasikan LIDAR secara otomatis merupakan hal yang sulit. Berdasarkan default search area size adalah 2 meter, yaitu memerlukan kerapatan titik – titik lidar paling sedikit 2 pulse per meter kuadrat. Kita ubah menjadi 3 meter. KLIK RUN

lastool-0228

Untuk mengatahui hasil klasifikasi kita kita dapat melihatnya pada lasview.exe. pilih salah satu tile dan tampilkan dan lihat hasilnya salah satunya adalah sebagai berikut. Meskipun tidak 100% benar lasclassify.exe mampu mengidentifikasi seluruh bangunan manusia menjadi kelas 6 dan mengklasifikasikan seluruh vegatasi di atas 2 meter menjadi kelas 5.

lastool-0229

Akhirnya kita akan menyelesaikan tahapan ini. Pertama buat folder baru \tiles_final untuk menyimpan LIDAR yang telah dihilangkan buffernya dan siap dikirim kepada costumer.

lastool-0230

Kita dapat menjalankan lastile.exe atau dapat melalui command prompt sebagai berikut.

lastool-0231

Pada jendela lastile kita dapat menghilangkan buffer yang telah kita buat sebelumnya yang berguna untuk menghilangkan gangguan ‘artifacts’ pada sekitar batas potongan lidar, yaitu dengan mencentang ‘remove buffer points’. KLIK RUN

lastool-0232

Terakhir untuk memeriksa pekerjaan yang telah kita kerjakan, kita menggunakan lasinfo.exe pilih salah satu tile dan proses untuk mengatahui inofrmasi baru dari data lidar kita, seperti klasifikasi objeknya.

lastool-0234

Sumber :

Martin Isenburg
LAStools
rapidlasso GmbH

rapidlasso.com

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s