CARA MEMBUAT SCATTERGRAM DUA DATA RASTER DI ILWIS

Tujuan: Mengetahui cara membuat scattergram dari dua data raster di ILWIS

Tutorial kali ini merupakan permintaan salah satu teman sehingga materinya cukup melompat jauh dari sebelumnya. Bagi yang ingin request tutorial tertentu bisa hubungi kami melalui kontak.

Pembuatan scatter gram biasanya digunakan untuk mengetahui data statistik hasil perbandingan dari dua data raster misalnya: korelasi, koefisien determinasi, persaman linear, dll. Data statistik ini dapat digunakan sebagai data masukan untuk pengolahan raster selanjutnya. Sebelumnya di blog ini sudah dijelaskan cara membuat scatter gram menggunakan perangkat lunak BILKO, kali ini akan dijelaskan menggunakan perangkat lunak ILWIS yang secara teknis berbeda.

Secara konsep, pembuatan scatter gram di ILWIS menggunakan penyilangan (perkalian) data tabel yang merupakan nilai piksel kombinasi dari 2 data raster (citra penginderaan jauh). Dua data raster tersebut harus memiliki georeferensi dan ukuran piksel yang sama. Table penyilangan standar berisi 5 kolom yaitu: Domain, Map1, Map2, NPix, dan Area. Domain berisi kombinasi data dari 2 raster, Map1 adalah data (nilai piksel) dari raster pertama, Map2 adalah data (nilai piksel) dari raster kedua, NPix adalah nilai piksel baru hasil kombinasi, area adalah kombinasi dari NPix * ukuran piksel * ukuran piksel. Setelah diperoleh tabel dari dua data raster tersebut dibuatlah grafik (scatter gram) yang menunjukan korelasi keduanya. Untuk membuat scatter gram ini dapat dilakukan dengan dua metode, metode konvensional dan metode script (saya menamai sendiri kedua metode tersebut). Berikut ini dijelaskan langkah-langkahnya.

Metode Konvensional

Buka ILWIS, masukan data raster yang akan disilangkan (lihat di sini tutorialnya). Saya menggunakan citra Landsat8 yang sudah ter-transformasi EVI-2 dan NDVI sebagai data raster yang akan dibandingkan. Data raster tidak ditampilkan seperti pada tutorial sebelumnya karena memasukkan data melalui GDAL sehingga dianggap folder asing.

 

Buatlah cross table dari dua data raster tersebut. Di kotak dialog “Operation-Tree” klik Raster Operation > Cross.

Akan muncul kotak dialog “Cross”. Pilih raster1 dan raster2 sesuai kebutuhan anda. Disini raster1 adalah citra EVI-2, raster2 adalah citra NDVI. Masukan nama tabel di kotak “Output Table”. Tabel keluaran akan berada di folder yang sama dengan folder raster1 dan 2. “Description” merupakan deskripsi dapat diisi ataupun tidak. “Output map” merupakan pilihan untuk menampilkan dalam bentuk raster atau tidak. Kemudian klik “Show” untuk langsung menampilkan atau “Define” untuk mengeksekusi hasil tanpa menampilkan. Klik “Show” saja.

Tunggu sampai proses selesai.

Akan dihasilkan tabel seperti dibawah ini.

Buat grafik dari tabel tersebut. Cara pertama dari “Operation-Tree”. Klik Create > New Graph. Cara kedua dari hasil tabel tersebut, klik pada tools Graph.

Untuk cara pertama atau kedua, akan keluar kotak dialog “Create Graph”. Pilih cross table hasil pengolahan diatas, kotak “X-Axis” dan “Y-Axis” diisi sesuai kebutuhan sumbu X dan Y yang akan dikorelasikan. Pada contoh ini EVI-2 sebagai sumbu X dan NDVI sebagai sumbu Y. Klik OK.

Scatter gram berhasil dibuat sesuai dengan model spherical, untuk mengganti model dapat menggunakan Edit > Add Graph > Semivariogram Model.

Untuk merubah tampilan scatter gram klik ganda pada simbol lingkaran merah atau simbol yang merepresentasikan setiap piksel.

Akan keluar kotak dialog “Graph Option – Graph from Column”. Pengaturan tampilan scattergram dapat disesuaikan keinginan anda.

Untuk mengetahui data statistik grafik atau tabel tersebut dapat diketahui melalui tampilan tabel. Klik Column > Statistics.

Muncul kotak dialog “Column Statistics”. Pilih sesuai kebutuhan pada kotak “Function”. Misalnya nilai korelasi, pilihlah “Correlation”, kolom pertama diisi sesuai data sumbu X, kolom kedua diisi sesuai data sumbu Y.

 

Muncullah nilai korelasi antar kedua data. Pada contoh ini nilai korelasinya adalah 0.936.

Metode kedua menggunakan Script akan dijelaskan pada tutorial selanjutnya.

Sumber/ Source :

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s