MEMBUAT SCATERGRAM DARI DUA DATA CITRA MENGGUNAKAN BILKO

Tujuan : 2) bagaimana untuk memplotkan nilai piksel satu saluran dengan saluran lainnya untuk menvisualisasikan bagaimana informasi dibedakan secara spektral.

Target : Kita akan belajar menjelajah scattergram, yang dapat menampilkan nilai dua saluran citra untuk ditampilkan dalam bentuk chart.

Ketika kita memiliki dua buah citra yang terhubung, seperti citra yang direkam pada scene (area) yang sama dalam dua saluran yang berbeda, itu sering berguna untuk dapat memperlihatkan hubungan nilai pantulan (reflektan) atau DN dari piksel pada satu citra dengan citra yang lain. Dengan SCATTER document kita dapat mengerjakannya. Kita akan menghubungkan saluran #2 dan saluran #4 citra AVHRR dan kita akan melihat bagaimana nilai piksel berkorelasi antar dua saluran tersebut.

Data : http://www.noc.soton.ac.uk/bilko/tutorial.php

Buka dua file citra AVHRR, AVHRR_Mulls#02.bmp dan  AVHRR_Mulls#04.bmp. gunakan menu Image ‣ Connect ‣ OK , untuk menghubungkan dua citra tersebut.

bilko-09a01

Gunakan toolbar selektor untuk memastikan bahwa AVHRR_Mulls#02.bmp berada pada citra 1 ( yang akan diplot sebagai sumbu x) dan AVHRR_Mulls#04.bmp diletakkan pada citra 2 (yang diplot sebagai sumbu y).

bilko-09a02

Kemudian pada jendela citra yang telah tergabung, pilih menu Edit ‣ Select All atau <Ctrl> + A untuk menyeleksi seluruh piksel citra. Kemudian pilih menu File ‣ New ‣ pilih SCATTER Document dan klik Ok untuk menampilkan scattergram

bilko-09a03

Berikut adalah sebuah plot nilai piksel pada scattergram

bilko-09a04

Agar tidak bingung dalam menentukan citra mana X dan Y maka kita dapat menamai sumbu – sumbunya dan menberinya judul. Klik kanan pada scattergram dan pilih Names, kemudian isikan sesuai dengan keterangan yang sesuai.

bilko-09a05

Sekarang tampak bahwa in AVHRR_Mulls#02 adalah sumbu X dan AVHRR_Mulls#04 adalah sumbu Y.

bilko-09a06

Perhatikan dengan seksama bahwa terlihat dalam scattergram hubungan yang terbalik antara dua citra tersebut. Piksel yang memiliki nilai tinggi pada AVHRR_Mulls#04 rendah pada piksel  , dan piksel yang rendah pada AVHRR_Mulls#04 cendrung memiliki nilai piksel yang tinggi pada AVHRR_Mulls#02. Sekarang mari perhatikan tanda silang pada scattergram, posisikan tanda silang tersebut pada nilai piksel 100 (sumbu X) dan 50 (sumbu Y). Untuk mengetahui nilai piksel dan banyaknya jumlah piksel pada sumbu X dan Y, perhatikan status bar

bilko-09a07

Jika kita mengklik kanan pada scattergram, kita memiliki pilihan Redisplay dengan berbagai penajaman yang berbeda ( seperti pada citra). Untuk dapat menbedakan objek lebih jelas, kita dapat memasukkan warna, yaitu dengan mengcopy dan paste kan pallete ke dalam scattergram. Buka pallete SST_Pathfinder.pal dan akan muncul pallete tersebut.

bilko-09a09

Sekarang copy pallete tersebut dan paste-kan kedalam scattergram, maka akan muncul scattergram seperti di bawah.

bilko-09a10

Perhatikan jika kita menggunakan default penajaman logaritmik, kita akan menjumpai piksel dengan rentang 90 – 120 memiliki warna biru muda sampai ke cyan, dan piksel dengan rentang 25 – 50 memiliki warna merah muda ( jika pada Redisplay Image bentuk penajamannya tidak diubah).

Sumber :  Introduction to using the Bilko 3 image processing software

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s