MENAMPILKAN DATA CITRA NON – 8 BIT

Tujuan : Memperkenalkan penajaman citra cara untuk mengoptimalkan tampilan citra.

Target : Setelah selesai tutorial ini kita telah menjelajahi menu Stretch (penajaman) pada software Bilko dan mempelajari bagaimana penajaman dapat digunakan untuk mengoptimalkan tampilan citra pada layar monitor dan membuat kita lebih mudah untuk melihat objek atau pola yang ingin kita teliti atau pola khusus. Kita juga akan belajar bagaimana mengoptimalkan tampilan citra dengan data yang memiliki nilai lebih besar dari 255 (citra non – 8 bit), menggunakan pilihan pada Redisplay Image.

Data :  http://www.noc.soton.ac.uk/bilko/tutorial.php

Pada tutorial sebelumnya kita telah mengenal Redisplay Image dialog box secara singkat. Untuk citra yang direkam dan disimpan lebih dari 8 bit (citra dengan nilai piksel > 255) Redisplay Image berfungsi untuk memetakan (menstrasformasikan) dan menajamkan citra menjadi 8 bit pada tampilan layar. Terdapat beberapa fungsi diantaranya adalah Linear, Logarithmic, Auto Linear, Equalize, dan Gaussian. Kita akan membahas bagaimana cara kerja Redisplay Image dengan citra AVHRR 16 bit integer (yang direkam sebagai 10 bit (0 – 1023), tetapi disimpan sebagai 2 byte = 16 bit per piksel). Citra direkam pada wilayah Afrika barat menggunakan infra merah termal. Pada kasus ini nilai SST (sea surface temperature) sebenarnya menggunakan Kelvin adalah 273, 15 + 0.01*nilai piksel citra.

Buka citra AVHHR_West_Africa#04.dat tanpa mengubah dialog box Redisplay Image.

bilko-0622

Jangan ubah apapun yang ada pada dialog box Redisplay Image. Hasilnya adalah citra dengan tampilan dengan hitam dan putih saja, dimana objek tidak terlihat, sedangkan yang putih adalah awan.

bilko-0624

Untuk mengetahui kenapa ini dapat terjadi, kita dapat melihat histogram citra. Klik kanan pada citra, pilih New ‣ HISTOGRAM document

bilko-0625

Maka akan muncul histogram dengan rentang 0 – 1023 dengan jarak satu dan yang lain 0.5 (Bilko 3.4), sedangkan jika kita menggunakan Bilko 3.2, kita akan mendapati nilai piksel dengan rentang 0 – 65550. Seharusnya nilai yang benar adalah 0 – 1023 karena citra disimpan dalam 10 bit, tetapi seperti yang tertera pada Redisplay Image min = 0 dan max = 65532, maka kita akan menggunakan histogram yang ada pada Bilko 3.2.

Bilko 3.4

bilko-0626

Bilko 3.2

bilko-0627

Perhatikan histogram dan mari kita cek bagian histogram paling kanan pada sumbu X maka kita akan mendapati nilai piksel awal 65500 dan akhr 65549 dengan frekuensi 372 (0.08% dari keseluruhan piksel).

bilko-0629

Pada piksel yang mengelompok nilai rendah ( nilai piksel < 5000) merepresentasikan nilai emisi infra merah termal dari laut dan daratan, sedangkan pada kluster nilai yang  tinggi (nilai piksel > 60.000) merepresentasikan nilai emisi dari awan. Perbedaan yang besar pada citra tersebut membuat daratan dan lautan tidak terlihat secara benar (hanya hitam dan putih). Untuk melihat daratan dan lautan maka perlu untuk mengatur pada Redisplay Image, sehingga nilai piksel yang tinggi dapat diabaikan.

Pertama pada pilihan menu Stretch ‣ Options ‣ pada dialog box nya atur AutoLinear Min% = 5 and Max% = 95, dan centang pada kotak Apply stretches to charts, clipboard etc ‣ Klik Ok

bilko-0630

Kemudian klik kanan pada citra AVHHR_West_Africa#04.dat dan pilih Redisplay, maka akan muncul dialog box Redisplay Image. Kita tidak akan memasukkan nilai yang lebih dari 4150 sehingga nilai di atas tersebut akan diabaikan dalam perentangan, maka dalam dialog box pilih >= 4150 pada kotak Null value(s) dan centang pada kotak centang Null value(s). Pilih   Auto linear stretch dan klik Apply.

bilko-0631

Maka muncul citra hasil penajaman seperti di bawah.

bilko-0632

Menggunakan penajaman Equalize

bilko-0633

Sekarang kita bisa melihat citra hitam putih dengan SST yang ditampilkan pada tingkat kecerahan berbeda, sehingga objek terlihat (laut dan daratan). Seperti terlihat bahwa awan berwarna putih dan penajaman citra Equalize memberikan kontras yang lebih nyata. Lebih lanjut lagi, Jika kita ingin mengabaikan daratan maka kita dapat mengatur menjadi >= 2150. Jadi dalam kegiatan ini yang perlu diperhatikan adalah kita harus peka dan paham nilai yang mencerminkan objek tertentu sehingga kita bisa fokus pada objek kajian yang ingin kita kaji.

bilko-0634

Terlihat daratan menjadi putih dan objek laut lebih terlihat kontras.

Seperti yang telah kita kerjakan, dengan citra 16 bit seperti AVHHR_West_Africa#04.dat, kita telah mencobah bahwa mengoptimalkan tampilan pada citra ini sedikit lebih rumit dari pada citra 8 bit. meskipun begitu, hasil yang sama dapat di capai dengan menggunakan pilihan Redisplay Image dan penajaman akhir dapat menggunakan Manual stretch secara lebih interaktif.

Terlihat daratan menjadi putih dan objek laut lebih terlihat kontras. Seperti yang telah kita kerjakan, dengan citra 16 bit seperti AVHHR_West_Africa#04.dat, kita telah mencobah bahwa mengoptimalkan tampilan pada citra ini sedikit lebih rumit dari pada citra 8 bit. meskipun begitu, hasil yang sama dapat di capai dengan menggunakan pilihan Redisplay Image dan penajaman akhir dapat menggunakan Manual stretch secara lebih interaktif. Tambahan, sering kita tahu bahwa terdapat citra yang sudah memiliki nilai piksel = Null, seperti hasil masking dari laut, awan atau daratan pada citra tersebut diatur nol. Pada kasus ini, pada Redisplay Image, Null value diatur menjadi Null value(s): == menjadi 0. Pada beberapa citra AVHRR nilai -32768 digunakan sebagai nilai “fill”, nilai untuk mengganti piksel yang rusak dan akan membuat jelek tampilan citra. Pada kasus ini Null value pada Redisplay Image menjadi Null value(s): == –32768

Sumber : Introduction to using the Bilko 3 image processing software (noc.soton.ac.uk/bilko/)

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s