MEMERIKSA DATA CITRA DENGAN HISTOGRAM

Tujuan : Memperkenalkan penggunaan histogram untuk menginterpretasi citra

Setelah kita menyelesaikan turorial (Menggunakan tombol toolbar citra untuk memeriksa data dan menginterpretasi status bar), kita akan mengerti bahwa nilai piksel laut berbeda dengan piksel daratan. Salah satu jalan yang sesuai digunakan untuk memeriksa nilai piksel masuk pada piksel daratan atau laut (pantulan/emisi) pada saluran tertentu yaitu dengan mempelajari frekuensi histogram dari nilai kecerahan. Pada tutorial ini kita akan memeriksa citra AVHRR yang diambil pada saluran #4 pada saluran inframerah thermal pada panjang gelombang 10.50 – 11.50 mikro meter. Citra telah diproses dan diskalakan menjadi 8 bit. Berdasarkan perjanjian, area yang gelap lebih hangat pada citra termal AVHRR, sedangkan pada bagian yang lebih dingin tampak lebih cerah.Tujuan : Memperkenalkan penggunaan histogram untuk menginterpretasi citra Setelah kita menyelesaikan tutorial (Menggunakan tombol toolbar citra untuk memeriksa data dan menginterpretasi status bar), kita akan mengerti bahwa nilai piksel laut berbeda dengan piksel daratan. Salah satu jalan yang sesuai digunakan untuk memeriksa nilai piksel masuk pada piksel daratan atau laut (pantulan/emisi) pada saluran tertentu yaitu dengan mempelajari frekuensi histogram dari nilai kecerahan. Pada tutorial ini kita akan memeriksa citra AVHRR yang diambil pada saluran #4 pada saluran inframerah thermal pada panjang gelombang 10.50 – 11.50 mikro meter. Citra telah diproses dan diskalakan menjadi 8 bit. Berdasarkan perjanjian, area yang gelap lebih hangat pada citra termal AVHRR, sedangkan pada bagian yang lebih dingin tampak lebih cerah.

Data : http://www.noc.soton.ac.uk/bilko/tutorial.php

Buka file AVHRR_Mulls#04.bmpFile ‣ Open ‣ AVHRR_Mulls#04.bmp

bilko-0416

Citra diambil pada siang hari pada musim panas. Mari perhatikan, terlihat bahwa piksel yang cerah merupakan laut dan memiliki suhu lebih dingin dan daratan lebih gelap menunjukkan lebih panas.

Untuk mengetahui histogram pada seluruh piksel citra adalah sebagai berikut :

Pilih pada menu Edit ‣ Select All atau menggunakan <Shift>+<Spacebar> atau or <Ctrl>+A, untuk menyeleksi seluruh piksel citra.

Kemudian pilih menu File ‣ New ‣ HISTOGRAM Document ‣ Ok

bilko-0501

Maka muncul histogram

bilko-0502

Histogram di atas terdiri dari dua sumbu yaitu X dan Y. Sumbu x merupakan frekuensi piksel pada nilai piksel tertentu, sedangkan X merupakan nilai piksel, 0 – 255. Dapat diperhatikan bahwa histogram memiliki dua puncak kurva (bimodal). Puncak pada nilai piksel yang rendah dapat diinterpretasi sebagai piksel daratan dengan nilai piksel 10 – 70, sedangkan puncak kurva pada piksel yang memiliki nilai tinggi adalah piksel laut dengan nilai piksel adalah 130 – 175.

Klik pada histogram maka akan muncul garis vertikal. Kita dapat menggunakan mouse atau tombol arah  (→ ←) pada histogram untuk menggerakkan garis vertikal tersebut pada seluruh histogram.

bilko-0503

Tombol arah dapat menggerakkan garis vertikal pada rentang 10, misal 11, 21, 31, dst. Untuk menggerakkan garis vertikal satu nilai piksel maka menggunakan arah +  <Ctrl>.

Sekarang mari kita memeriksa piksel air pada histogram untuk mengetahui persentasenya dan frekuensinya (jumlahnya).

Berdasarkan keterangan sebelumnya bahwa piksel laut terletak pada rentang nilai 130 – 175, maka arahkan garis vertikal pada histogram ke nilai 130, kemudian untuk menyeleksi semua piksel 130 – 175 maka menggunakan <Shift> + tombol arah yang sesuai  atau drag mouse sampai nilai 175.

bilko-0504

Sekarang mari kita periksa status bar

bilko-0505

Panel pertama menunjukkan persentase piksel laut pada citra 38,23 %, panel kedua dan ke tiga merupakan rentang nilai piksel 130 – 180, dan panel terakhir adalah jumlah piksel laut 50.114. Dengan mengetahui jumlah piksel dan persentase kita dapat menghitung luas wilayah laut tersebut.

Sejauh ini kita telah memeriksa histogram pada piksel seluruh citra, meskipun begitu kita dapat memilih sebagian dari area yang menarik bagi kita.

Pada menu Edit ‣ Selection ‣ Box atau pada toolbar box ‣

bilko-0312

Kemudian buat kotakan pada wilayah laut saja tanpa daratan,

Jika kota belum sesuai dapat diperlebar menggunakan <Shift> + <Ctrl> + arah

bilko-0506

Kemudian pilih menu File ‣ New ‣ HISTOGRAM Document ‣ Ok

bilko-0507

Maka kita akan mendapatkan histogram dengan satu puncak (unimodal).

Aktivitas di atas mengindikasikan informasi yang berhubungan dengan histogram seperti distribusi frekuensi dari nilai piksel pada citra, piksel mengumpul pada bersama pada satu puncak kurva atau lebih dari satu puncak kurva, apakah nilai piksel tersebar secara merata atau mengumpul menyebabkan kontras yang buruk.

Histogram dari AVHRR_Mulls#04.bmp menunjukkan bahwa citra tidak secara optimal ditampilkan, yang disebabkan, citra tampak agak gelap dan nilai piksel tidak tersebar secara merata yang menyebabkan kontras tidak terlihat. Untuk membuat citra terlihat kontras maka dapat dilakukan pada tutorial selanjutnya, mengenai “Penajaman Citra”

Sumber : Introduction to using the Bilko 3 image processing software (noc.soton.ac.uk/bilko/)

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s