MENGGUNAKAN TOMBOL TOOLBAR CITRA UNTUK MEMERIKSA DATA CITRA DAN MENGINTERPRETASI STATUS BAR

Tujuan : Untuk memperkenalkan penggunaan tombol toolbar citra dan menginterpretasi informasi yang tersedia pada panel status bar.

Data : http://www.noc.soton.ac.uk/bilko/tutorial.php

Pertama buka citra AVHRR_ID2497481 #02.dat tanpa mengubah settingan dan perhatikan nilai minimum dan maksimum dari citra pada Image Data Range yang merupakan bagian dari  dialog box Redisplay Image, Pilih File ‣ Open ‣

bilko-0401

Jika sudah muncul citra nya perhatikan jendela pojok kanan bawah dari status bar Bilko dan perhatikan lima panel abu – abunya. Panel pertama menunjukkan tingkat perbesaran citra (zooming), dua kolom selanjutnya menunjukkan koordinat kolom dan baris dari kursor yang seharusnya jika pada pojok kiri atas koordinat adalah (0,0). Dua panel selanjutnya adalah : yang pertama, nilai piksel pada kursor dan yang kedua, menampilkan nilai pada komputer pada skala hitam putih 0 = hitam sampai 255 = putih.

Pada citra integer 16-bit, nilai citra pada piksel dapat berkisar dari 0 sampai 66535 tapi monitor komputer secara umum hanya dapat menampilkan 256 level hitam putih, hal tersebut yang menyebabkan Bilko harus mengubah rentang nilai citra menjadi rentang nilai pada monitor. Berdasarkan dialog box Redisplay Image, nilai terkecil adalah 48 menjadi 0 dan nilai tertinggi 762 menjadi 255, dan nilai di tengah tengahnya menyesuaikan sesuai algoritma pengubahan.

bilko-0313

Catatan : 

AVHRR sensor pada asalnya merekam citra dan menyimpan nilai piksel menggunakan 10-bit. Tetapi dalam pengambilan data melalui internet terdapat berbagai cara pengiriman format data. Jika kita memilih 8 atau 16 bit maka data yang kita terima akan dalam mode “unpacking” atau file berdiri sendiri – sendiri. Karena penyimpanan nilai piksel asli adalah 10 bit maka jika kita memilih mode 8 bit maka akan ada nilai piksel yang digenalisir dan data yang penting bisa jadi hilang. Jika memilih format 16 bit maka data tetap memiliki nilai 10 bit tetapi dalam format 16 bit. Format 8 atau 16 bit mengijinkan pengguna untuk menentukan saluran yang akan diuduh, sedangkan jika menggunakan 10 bit maka data terpaket 5 saluran dan kita tidak bisa memilih saluran mana yang akan diunduh.

Untuk melatih penggunaan kursor kita akan memeriksa nilai piksel laut dan daratan di bagian pada citra yang bersih dari awan. AVHRR saluran #2 direkam pada panjang gelombang 0.72 – 1.10 micro meter pada bagian spectral inframerah dekat. Infra merah dekat diserap secara kuat oleh air dan dan dipantulkan secara tinggi oleh vegetasi, sehingga membuat infra merah dekat berguna untuk membedakan batas daratan dan lautan. Untuk fokus pada wilayah citra yang bebas dari awan maka akan dipilih sub-area dari citra utama dan membuatnya menjadi citra baru sebelum nilai piksel pada status bar diperiksa

Pertama membuat kursor citra sebuah “ box selection” dengan memilih tombol box section pada toolbar

bilko-0402

kemudian Pilih Edit ‣ Go To.. dan setting posisi pojok kiri atas koordinat pada Position X = 185 dan Y = 290 dan Selection Size DX : 245 dan DY: 230. Dapat juga menggunakan klik kiri menggunakan mouse pada area yang dikehendaki dan kemudian tahan dan geser berbentuk kotak sesuai yang kita butuhkan.

bilko-0403

Klik OK, maka akan tampil kotak yang telah kita pilih, seperti di bawah ini

bilko-0404

Ketika sudah puas dengan wilayah yang bebas dengan awan sama seperti gambar di atas, kemudian kita akan menyimpannya kedalam citra baru melalui

Pilih File ‣ New maka muncul dialog box New dan pilih Image Document dan klik OK

bilko-0405

Maka akan menciptakan citra baru sesuai daerah yang telah kita pilih.

bilko-0406

Kita dapat menggeser kursor pada citra yang baru menggunakan tombol arah (↑ ↓ → ←) pada keyboard. Sesuai dengan settingan sebelumnya maka setiap menekan tombol arah maka kursor akan berpindah 10 piksel. Untuk menggeser piksel 1 piksel maka arah + <Ctrl>. Kita dapat mengganti pergerakan kursor tidak 10 piksel tapi 5, 15, atau berapapun dengan menggunakan Edit ‣ Go To dan mengganti pada increment atau pada control untuk mengganti jika menggunakan <Ctrl >.

bilko-0407

Setelah selesai Tutup Semua jendela, dan berlanjut ke tutorial selanjutnya.

Sekarang kita buka citra komposit warna (AVHRR_ID2497481_composite.set) yang telah disimpan sebagai SET dari tiga citra (citra saluran #1, #2 and #4 of the AVHRR_ID2497481). Pada dialog box Redisplay Image pilih Auto linear stretch dan tekan tombol ALL untuk mengaplikasikannya keseluruh citra.

Untuk memeriksa titik maka digunakan point selection, pilih pada toolbar Point

bilko-0408

Kemudian Pilih Edit ‣ Go To dan dilaog box maka akan muncul dialog box Go To,

bilko-0409

Dan sekarang periksa pada status bar pojok kanan bawah,

bilko-0410

Dua panel terakhir berisi tiga nilai dan dipisah menggunakan koma merupakan nilai dari ketiga nilai saluran yang menyusunnya sedangkan nilai panel terakhir adalah nilai asli yang telah diubah menjadi nilai monitor.

bilko-0411

Pada nilai di atas adalah 21, 66, 41 jika Stretch, Options Min % is 0 and Max % is 100; jika nilainya 20, 85, 18 maka Stretch, Options Min % is 5 and Max % is 95.  Nilai pertama merupakan citra yang ditampilkan melalui saluran merah, nilai kedua merupakan citra ditampilkan saluran hijau, dan nilai ketiga merupakan citra ditampilkan melalui saluran biru.

bilko-0412

Untuk mengetahui susunan dari citra komposit warna dapat dilihat pada atas citra melalui menggeser kebawah bagian yang berwarna abu – abu pada bagian atas

bilko-0414

Maka akan muncul gambar berikut

bilko-0413

Keterangan tersebut tersimpan secara otomatis oleh Bilko dan dapat berguna untuk tambahan informasi.

Tutup semua jendela Citra, maju lagi ke tutorial bagian Transect,

Akhirnya kita sampai penghujung tutorial, pada tahap ini kita akan fokus pada tombol transect pada toolbar. Transect memberikan kita gambaran tentang grafik tingkat kecerahan piksel pada garis yang dilewati garis transect yang menghubungkan dua titik pada citra. Grafik ini menunjukkan pada sumbu – y nilai piksel versus jumlah piksel pada garis yang dilalui transect. Transect dapat digunakan untuk mempelajari bagaimana nilai piksel berubah pada area yang berbeda.

Pada tutorial kali ini kita akan menggunakan citra AVHRR pasa saluran #4 yang mengindera termal inframerah yang terletak pada julat elektromagnetik 10.50 – 11.50 mikro meter. Citra ini telah diproses dan diskalakan dalam 8 bit. Berdasarkan perjanjian, area yang lebih gelap merupakan lebih panas pada data citra termal AVHRR. Bagian lebih dingin dari citra akan tampak  lebih cerah nilai piksel lebih tinggi dan pada bagian yang lebih panas tampak gelap dengan nilai piksel rendah.

Open the image AVHRR_Mulls#04.bmp, melaui menu File ‣ Open 

bilko-0416

Kemudian tekan tombol Line pada toolbar

bilko-0417

Atau melalui menu Edit ‣ Selection ‣ Line

bilko-0418

Sebagai contoh kita membuat transect dari Malin Head ke Islay Island. Untuk membuat transect kita pilih koordinat sekitar (5, 136) atas Malin Head

bilko-0419

Kemudian kita drag kursor melewati Pulau Islay, seperti berikut

bilko-0420

Pilih menu New ‣ Pilih Transect Document. Berikut adalah hasil transect-nya

bilko-0421

Langkah terakhir adalah menyimpan transect tersebut menu File ‣ Save ‣ simpan dalam format .tsc

Sumber : Introduction to using the Bilko 3 image processing software (noc.soton.ac.uk/bilko/)

*** SEMOGA BERMANFAAT ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s